Postingan

Jangan Pernah Berhenti !

Gambar
Tak semua pertanyaan ada jawaban. Atau lebih tepatnya tak semua pertanyaan jawabannya sesuai dengan yang kita harapkan. Sebuah kenyataan bahwa semakin lama kita hidup, akan semakin banyak hal yang akan kita temukan.  Ada hitam, ada putih, dan pasti ada abu-abu. Menjadi apa kita diantara salah satu dari ketiga pilihan itu, adalah mutlak hak preogratif kita. Ketiganya memiliki kesempatan yang sama untuk kita pilih, hanya seringkali menjadi hitam atau abu-abu lebih menyenangkan dibanding menjadi putih. Hidup dan kehidupan memang senantiasa membawa kita pada suatu pencarian. Pencarian akan pertanyaan-pertanyaan hidup. Tak semua jawaban bisa kita mengerti, tapi yang harus kita yakini bahwa Allah tidak pernah mendesain suatu kejadian dengan tanpa alasan. Pertanyaan-pertanyaan hidup yang membuat kita mengambil keputusan kemana harus melangkah. Pertanyaan-pertanyaan hidup juga yang membuat kita berhenti untuk melangkah. Hidup tak selamanya sesuai dengan yang kita inginkan, t...

Hanya Perlu Terus Melangkah !

Gambar
Hari ini, pertanyaan besar dalam hidup saya mulai terjawab. Pertanyaan sederhana, pertanyaan yang selama ini seringkali membuat saya bingung mencari jawabannya, masihkah ada orang tulus di negara ini? Tulus dalam arti yang sebenarnya. Tak mengharap apapun dari apa yang dilakukannya kecuali kompensasi akherat. Suap-menyuap bukanlah kata-kata baru dalam hidup saya. Dari hampir semua level pendidikan yang pernah saya alami, saya sudah mengenal istilah ini berikut dengan contoh-contohnya. Tapi entah kenapa, hari ini saya begitu gemetar dan miris saat mendengar kata ini terucap oleh seseorang yang dalam hatinya, saya yakin beliau adalah orang yang baik. Beliau adalah pelaku dari proses itu. Dan karena itu saya baru pertama kali mendengar kata ini dari seorang pelaku yang terlibat secara langsung. Pengadaan barang dan jasa, kurang lebih itulah dunia yang sedang saya geluti. Bukan sebagai pelaku, bukan juga sebagai pemerintah, saya hanya ditugasi untuk melakukan program pendampi...

Belajar Mengenal Hidup

Gambar
20 Januari 2013, 07:48 Wib Abdi masyarakat, dua kata ini yang dulu ada di gambaran saya tentang siapa itu PNS. Pengabdian biasanya identik dengan ketulusan dan entah terhipnotis oleh apa, saya selalu mengagumi orang-orang yang tulus di dunia ini. Merasa mereka adalah puncak dari capaian kebahagiaan yang oleh karenanya saya merasa perlu untuk mencotoh kehidupannya. Jika boleh sedikit bercerita meskipun keinginan jadi PNS itu tidak begitu mendominasi, tapi saya punya keinginan yang lebih terhadap individu-individu yang berstatus PNS. Karena merasa merekalah yang seharusnya bertanggungjawab pada perjalanan birokrasi di negara ini. Kesempatan itu tiba, saya bisa mengenal secara lebih kehidupan PNS tanpa harus menjadi bagian yang terikat seperti mereka. Tepatnya saat saya ada program pendampingan terkait dengan reformasi pengadaan barang dan jasa di daerah. Rasa ingin tahu yang agak berlebihan mengantarkan saya pada hal-hal baru yang di luar nalar dan kata hati saya. Tentu tidak s...

Berbangga sebagai Warga Negara Indonesia

Gambar
Benarkah ketidakmampuan secara finansial merupakan penyebab utama ketertinggalan Negara ini? Pertanyaan retoris namun perlu penjelasan yang panjang lebar untuk benar-benar memahaminya. Karena sungguh tidak mudah menjawab atas permasalahan yang disebabkan Negara ini. Jika semua ditarik berdasarkan sisi ekonomi, nyatanya banyak penduduk negeri ini tersenyum tulus dengan kemiskinan yang dialaminya. Sesekali mungkin mengeluh, tapi bukankah hal itu wajar? Karena manusia memang kecenderungannya berkeluh kesah. Tapi cobalah lebih obyektif melihat sisi kemiskinan dari arti sebuah ketulusan. Pernahkah kita melihat orang miskin melakukan perbuatan yang benar-benar berdampak signifikan terhadap perjalanan Negara ini? Benarkah bentuk-bentuk makar yang dilakukan oleh beberapa wilayah Negara ini murni atas nama kemiskinan? Aku pribadi tak sepakat jika kemiskinan adalah penyebab utama hal itu terjadi. Aku paham betul bahwa masyarakat Negara ini sangat pemaaf pada kebiadaban pemimpinnya. Kasar...

Kekalahan itu Menyenangkan

Gambar
24 : 16 WITA Udah lama ingin nulis sesuatu tentang kekalahan. Lebih tepatnya terinspirasi dari salah satu anime yang baru aku ikutin. Judulnya “Kuroko No Basuke” anime tentang tim basket setingkat SMA. Hampir sama dengan anime Jepang pada umumnya, inspiratif, ada tokoh uniknya, dan selalu pekerja keras tokohnya.  Tapi aku tidak sedang ingin membahas anime tersebut, hanya saja ada satu kalimat yang aku sangat suka dari salah satu episode yang pernah aku lihat. “Bukankah kekalahan itu menyenangkan” kalimat ini yang membuat aku tersenyum kagum saat menontonnya. Tidak bermaksud berlebihan tapi aku benar-benar menghayati kalimat itu. Kekalahan seringkali atau bahkan hampir pasti menjadi sesuatu yang sangat ditakuti oleh kita. Kenyataan yang terkadang sulit diterima dan bahkan tidak jarang banyak yang frustasi menghadapinya. Bukankah hidup ini adalah kompetisi? Dan sunatullah kompetisi adalah selalu ada yang menang dan kalah. Kalah dalam hidup, kalah dalam prestasi, kalah da...

"Do Something," beliau bilang.

Selasa, 19 Juni 2012. Tidak terlalu ada yang istimewa di pagi itu, hanya saja menjelang siang ada kabar menarik dari kantor bahwa pendiri tempat aku bekerja sekarang berada di Tarakan. Surprise sih enggak, hanya saja aku merasa penasaran sehebat apa sih orang yang selama ini hanya aku dengar lewat cerita orang. Tak butuh lama untuk menemui beliau, karena memang Tarakan ralatif kecil untuk dikatakan sebagai sebuah kota.hhe Rumah makan Kenari, lokasi ini yang menjadi perjumpaan awal dengan beliau. Bersama dengan senior angkatan waktu di Kampus yang juga menjadi partner tim selama di Tarakan aku menemui beliau. Ceria, ramah, dan komunikatif. Kesan itu yang aku dapatkan dari beliau. Berbincang dengan beliau selama kurang lebih 30 menit seakan cukup menggambarkan betapa sibuknya wakil rakyat yang satu ini. Hampir disetiap 10 menit, selalu saja ada telpon, bbm, atau sms dari rekan sejawat yang memang juga concern pada dunia politik. Kalimat demi kalimat coba aku pahami sebagai su...

Catatan Seorang Peneliti (Sengketa Tanah)

Gambar
Eksekusi tanah oleh aparat :( 9 Juni 2012, 13:11 WITA Sengketa tanah adalah persoalan yang seringkali muncul di pulau ini. Bukan lagi menjadi persoalan sebatas hukum di meja hijau, tapi lebih dari itu. Tanah bisa menjadi sebab utama perang sesama saudara. Kejadian yang hanya bisa diselesaikan dengan pertumpahan darah. Eitss bukan bermaksud lebay ya, tapi beginilah kenyataannya berdasarkan informasi yang aku terima dari warga. Tahun 2010 menjadi bukti yang tidak bisa dielakkan meski mungkin tak banyak yang tau ada Sampit jilid kedua di Tarakan, hampir sebulan suasana mencekam karena perang saudara. Sahabat, benar adanya jika Indonesia menyimpan begitu banyak potensi alam, tapi seringkali potensi alam itu yang menjadi sumber keserakahan para penduduk negeri ini. Terlalu jauh jika harus menyalahkan Belanda karena hanya memusatkan perhatian pada kepemilikan tanah di Pulau Jawa. Di Kalimantan, berdasarkan diskusi denga...

Catatan Seorang Peneliti

03 Juni 2012, 22:09 WITA Senin, 21 Mei 2012 adalah hari pertamaku mendaratkan kaki di Bumi Borneo. Pulau terluas dari seluruh pulau yang ada di Indonesia. Pulau yang katanya menjadi paru-paru dunia. Hebat ya,hhe. Perasaan antusias dan semangat untuk memberi manfaat entah dalam kadar rendah atau tinggi jadi bekal utama untuk datang ke sini. Yah apapun yang terjadi ke depan aku paham betul konsekuensinya. Tapi aku selalu yakin bahwa tidak ada yang terjadi secara kebetulan di dunia ini. Termasuk keputusan besarku mengundurkan diri dari zona nyaman yang mungkin bagi beberapa orang terdekatku cukup disesalkan. Keyakinan bahwa kerja adalah kombinasi menjemput rizky dan kepuasan hati adalah hal utama yang menjadi alasan kenapa aku memutuskan untuk mencari tantangan baru dalam dunia kerjaku. Pulau Tarakan menjadi tempat berkarya pertamaku. Entah karya apa yang bisa aku berikan tapi sekecil apapun, aku akan berusaha memberikan apa yang aku mampu. Setidaknya melalui sebuah tulisan,hhe....

Dolanan not same with The Game

Gambar
Bermain dampar, neker (kelereng), layangan, delikan (petak umpet), rumah-rumahan, enthek (gak tau bahasa Indonesianya), maen adah rokok (bekas rokok), dan mainan-mainan tradisional lainnya adalah keseharianku waktu kecil dulu. Tak ada belajar, tak ada les/kursus, hanya maen,maen,dan maen,hhe.Aku bersyukur melewati masa kecil yang alhamdulillah membuatku bahagia dengan permainan-permainan tradisional itu. Kenyataan bahwa aku sekarang sudah tidak kecil lagi sedikit membuat aku kaget,hhe. Aku sudah remaja, ehhhh nampaknya lebih dari dewasa. Tahapan hidup untuk kesekian kalinya berada di depan untuk diisi dengan berbagai catatan. Sewaktu belum sekolah ingin sekali bisa cepet sekolah, pas udah SD ingin sekali cepet SMP, gak beda jauh pas saat SMP ingin sekali cepet SMA. Pun saat SMA pengen cepet kuliah, dan pas kuliah udah pasti pengen cepet kerja. Ahhh ternyata hidup itu mudah ditebak ya kalau gitu,hhe. Dan kenyataan lagi pas udah kerja ingin apa selanjutnya? Kayaknya semua...

Berdamai dengan Keadaan

Gambar
Kepekaan sosial itu ada dalam diri setiap manusia. Tak ubahnya bakat seseorang kepekaan itu bisa ada jika ia terus dipelihara ada lingkungan yang mendukungnya, dan tentu ada contoh yang bisa membuatnya yakin bahwa ia penting untuk dipertahankan dan digunakan untuk mendukung kesuksesan hidup manusia dalam arti seutuhnya. Kenyataan ini yang membuatku semakin sadar bahwa keadaan dan tauladan yang membuat kepekaan sosial masyarakat yang terkenal dengan rasa gotong royongnya ini hari demi hari terus luntur. Bukan bermaksud untuk menyalahkan keadaan tapi harusnya kita lebih bijak dan mencari solusi terbaik atas keadaan ini. Tapi sekali lagi, itupun kembali pada individu yang menganggap kepekaan sosial atau semangat berbagi itu penting untuk dipelihara. Ahhhh.. terlihat complicated tapi semoga kita yang masih dikasih pemahaman bahwa kepekaan sosial itu penting bisa terus mempertahankan dan menularkan semangat ini sampai kita sudah tak ada lagi di dunia ini. Ada pemahaman yang me...

Kemanakah Indonesianisme itu?

Gambar
Masih ingatkah Anda dengan kalimat ini : “ Indonesia itu Negara yang terkenal dengan keramahtamahannya.” Atau “ Indonesia itu Negara yang menjunjung tinggi nilai sopan santun.” Dan   mungkin Anda juga masih ingat kalimat ini : “ Indonesia adalah bangsa timur yang sangat kuat memegang nilai-nilai moral.” Terus terang saya sangat bangga dengan identitas itu. Lebih dari bangga sampai saya menginternalisasikan identitas itu sebagai sesuatu yang identik dengan paham. Mungkin lebih tepatnya semua identitas itu bernaung pada suatu paham ke-Indonesianisme. Entah ada atau tidak tapi saya suka menyebut hal itu sebagai sesuatu yang tidak jauh berbeda dengan suatu paham atau isme-isme lain dalam arti yang lebih dikenal masyarakat. Saya tidak tahu pastinya, tapi kenyataannya bahwa waktu telah mampu merubah semuanya. Saya tidak mau berpusing-pusing memikirkan tokoh di balik waktu yang telah mampu merubah semua identitas yang selama ini melekat pada negara yang kaya raya ini. Sil...

Menjelang 100 hari Meninggalnya Bapak

Seringkali beliau bilang “Le, sebelum kamu bisa bertanggungjawab atas dirimu sendiri jangan pernah memberikan tanggungjawab pada orang lain,” dan pesan terakhir beliau “Le, Jangan sedih jika tidak bisa memberangkatkan haji Bapak atau Ibu, yang terpenting kamu bisa menjadi anak yang soleh. Karena doa anak yang soleh itu sebenarnya yang dibutuhkan oleh Bapak dan Ibu.” Heemmm sungguh aku merindukan kalimat-kalimat itu. Miss U Dad… Sesekali masih sering berharap pas pulang ada disambut oleh Bapak. Dijemput, dikasih wejangan, dimotivasi, ahhh sungguh aku sangat merindukan almarhum Bapak. Kenyataan memang menyadarkan aku bahwa beliau telah tiada. Telah jauh meninggalkan kami yang masih berada di dunia. Tapi rasa kangen, rasa rindu, rasa sayang, rasa hormat, dan rasa kasih itu sampai kapanpun akan terus ada. Dan itu yang membuat aku terkadang merasa bahwa Bapak masih berada di sampingku meski dengan dimensi dunia yang berbeda. Tentu naif jika aku bilang aku tak merasa kehilangan,...

Hanya Iseng Nulis

Selasa, 30 November 2011 Lantai 11 CBC 26 16 : 37 Sesaat sempat berpikir apakah ini adalah dunia terbaik untukku saat ini? Pertanyaan yang terus terang aku tidak tau harus menjawab dengan sudut pandang yang mana. Tapi yang pasti inilah warna baru dalam duniaku yang harus aku jalani. Mungkin sedikit naif jika aku tidak bersyukur meski terus terang apa yang sedang aku jalani saat ini belum bisa memuaskan hati. Iya aku sangat bersyukur dengan duniaku saat ini. Terima kasih ya Allah atas segala nikmat yang Engkau berikan. Tentu ada alasan kenapa aku bilang, aku masih belum begitu sreg dengan duniaku saat ini. Yang pertama dan paling utama sebenarnya adalah karena duniaku saat ini sama sekali tidak berhubungan dengan apa itu pemberdayaan masyarakat, pendidikan, dan pengabdian yang menjadi cita-citaku saat ini. Tapi sampai kapanpun aku akan terus menghidupi mimpi-mimpi itu. Sampai kapanpun ! Nulis blog kali ini bukan karena ingin berbagi tapi murni pengen curhat,hhe. Ya sebagai manusia...

Karena hanya Allah yang Pantas Dicintai dengan Sepenuh Hati

Gambar
Cinta itu hutan meneduhkan, cantik tapi kadang kita tersesat di dalamnya Cinta itu matahari panas membakar tapi ia berguna Cinta itu hujan selalu kita berlari agar tak terguyur tapi selalu kita kenang saat kemarau menyerang cinta itu awan kadang berarak beriringan kadang hilang tak tahu kemana cinta itu udara bertiup sepoi Menyejukkan dan membawa rasa, [Muhtar Fathony] 14 : 12 2 Juli 2011 Rasa-rasanya gak ada hal yang lebih bijak di dunia ini selain mengambil hikmah dari setiap kesalahan yang pernah kita lakukan. Lebih tepatnya setiap peristiwa yang seringkali membuat kita lupa bahwa ada kekuatan besar di balik segala keterbatasan yang manusia miliki. Tak mudah memang mendapatkannya tapi dijamin siapapun itu saat dia telah mendapatkan hikmah dari segala peristiwa yang dilewatinya saya yakin dia akan menjadi pribadi yang lebih bijak, lebih dewasa, dan insya Allah lebih dkat pada Sang Maha Pencipta. Adanya kebenaran bisa jadi karena ada kesalahan. Dua hal yang selalu mewarnai epi...

Kedamaian itu agama, cinta, seks, drugs, atau kekayaan?

Gambar
Sekedar bercerita akan dunia yang mulai tak bisa dilogika... Sekedar menulis akan kisah pemuda yang semakin jauh dari agama... Dan sekedar bertutur akan tetap adanya kesempatan bagi manusia untuk menuju ridhoNYA... Part 1 Berparas cantik, bertubuh ideal, berkulit putih, berotak cerdas, ahhh pkoknya idaman setiap laki-laki deh. Namanya Naela, anak konglomerat yang katanya salah satu orang terkaya di Kota Bandung. Tak ada yang meragukan kelebihan dunia yang ia miliki. Tak terkecuali Roni. Pemuda tampan, bertubuh tegap, berkelakuan agak liar, tipikal lelaki anti kemapanan yang selalu berontak dengan keadaan. Keduanya tanpa sengaja dipertemukan di jalan. Jalan menuju dunia hitam lebih tepatnya. Bagi Naela diskotik, minuman keras, dan segala hal yang berkaitan dengan dunia gemerlap malam adalah obat mujarab untuk mendapatkan kedamaian yang selama ini begitu mahal ia rasakan. Sedangkan Roni, dia lebih suka hidup di jalan, mencari kedamaian dengan merusak kantor-kantor pemerintah ka...